Kamis, 19 Maret 2020

Corona , Handsanitizer, Masker dan Tissue Basah

Dear Malam dan agan-agan yang telah berterima kasih terhadap si Covid19

Emak ngak bisa tidur membaca berita di media Online, Pak Gubernur sudah mengumumkan jika Virus Covid19 sudah ada 2 orang terjangkit di Makassar. Dan salah satu diantara mereka sudah meninggal. What ??????????? Kepalaku langsung pening dan saya mulai sesak nafas , where is my mask ??? Hand sanitizer . ???? Stockku sudah hampir habis karena emak pake dirumah sakit saat si kecil lagi dirwat di rumah sakit. 

Aku galau pemirsa ! Harga masker mahalnya melampaui harga beras 10 kg. Di situs Online saya dapati sekotak masker hargany Rp.450.000,- Gila kan mahal banget , naluri emak-emakku pengen keluar . Oiiiii punya hati ngak sih yang jual ini ?????  Emak beli sebulan lalu masker itu hanya 20.300/box. Hand sanitizer yang imut-imut itu emak beli hanya Rp. 10.000/pcs kok jadi Rp.60.000 ? Pada mau naik Haji yah karena Corona? Waduh gan gan yang cakep dan cantik-cantik Tanah Suci ditutup buat umroh dan kemungkinan untuk naik haji . Jadi buat apa harganya dimahalin. Kamu mau pake senang-senang , have fun hang out di Mall. sebentar lagi mall dan tempat hiburan di tutup . Duitnya mau di deposito eh taunya kalian kena Virus Corona ! Gimana ? Emak tau sistem ekonomi semakin banyak suatu barang di cari semakin mahal harganya . Masalahnya adalah jangan juga dinaikin beratus-ratus kali lipat. Kasian emak ini mau beli beras, susu, lauk empat sehat lima sempurna buat anak dah ngak bisa karena mesti beli masker dan hand sanitaizer agan-agan yang kemahalannya wanauzubillah.

Mungkin wabah corona di ciptakan untuk memilih-milih manusia yang tega demi materi dibanding rasa kemanusiannya nimbun dan mahalin barang-barang yang urgent di butuhkan saat wabah corona muncul. Semoga Indonesia ngak seperti Italia , orang-orang terkurung dirumah masing-masing dengan mayat sanak Familynya karena corona.

Merindukan Sebuah Nama "Yusuf"

Ada 2 nama dalam hidupku yang namanya sama dan mereka selalu aku kenang, Yusuf sahabatku yang meghilang seperti di telan bumi . Jika saja angin kota Makassar bisa membawa kerinduanku terhadap lelaki yang pernah jadi sahabat terbaik aku ini.

Dan Yusuf My X yang pernah jadi terindah dala hidupku, namun karena kami tak bisa membuktikan bahwa cinta kami sejati. Dan akhirnya rasa , asa kami berdua terbang di bawa oleh angin dan waktu.

Entah mengapa aku selalu merasa terikat denag sebuah nama "YUSUF".


Makassar , 19 Maret 2020

Emak2 lagi merindu sang mantan :)
Bapak2 dilarang cemburu biarkan emak2 bercanda dengan asanya di masa lalu.